SELAT NASIK, DISKOMINFO – Hari ini, warga selat Nasik mulai menyibukkan diri untuk mempersiapkan pelaksanaan Maras Taun yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 16 April 2017. Siang tadi pukul 14:00 Plt Camat Febriansyah bersama tokoh masyarakat berkumpul membacakan Surat Yasin bersama sama untuk mengawali rangkaian kegiatan Maras Taun.
Maras Taun merupakan tradisi turun temurn yang menunjukkan kebersamaan dan kekerabatan yang kuat antara warga masyarakat. Melalui masyarakat pemimpin adat atau dikenal sebutan dukun kampong berdoa bersama sembari mengungkapkan rasa syukur masyarakat atas apa yang telah dilakukan tahun sebelumnya.
“Melalui maras taun kita ingin meningkatkan kebersamaan dan kegotongroyongan, melestarikan adat budaya lokal” ungkap Plt Camat Selat Nasik Febriansyah. Kegiatan maras taun ini juga tak lepas dari upaya pemerintah Kecamatan Selat Nasik dalam mempersiapkan masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata.
Febriansyah menyampaikan agenda kegiatan yang dimulai dari pembacaan Surat Yasin dan penampilan beragam hiburan rakyat seperti kesenian gambus, permainan tradisional, lomba mancing, keroncong khas Stambul Fajar dan langgam melayu.
Dalam upaya kreatif dalam memaknai pengetahuan dan kearifan lokal dari prosesi Maras Taun yakni menggelar talk show budaya yang dilakukan melalui teknologi live streaming dengan Kominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilanjutkan dengan pemutaran film
Pada puncak acara Minggu 16 April 2017, akan ditampilkan kesenian khas kecamatan Selat Nasik termasuk menampilkam prosesi perkawinan masyarakat tempo dulu yang syarat dengan simbol dan filosofis sebagai upaya melestarikan tradisi budaya lokal. Momentum maras taun ini juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk unggulan dari masing masing desa
Saat membuka kegiatan maras taun, Plt Camat Selat Nasik Febriansyah menghimbau agar masyarakat lebih menyuguhkan keramahtamahan menyambut masyarakat yang akan datang ke Selat Nasik tanpa meninggalkan kewaspadaan terhadap hal hal yang tidak kita inginkan. “ Jadilah tuan rumah yang baik “ himbau Febri.
Febriansyah juga berharap agar masyarakat yang datang dari luar Selat Nasik untuk tetap menjaga kesopanan,, menghormati norma-norma yang berlaku pada masyarakat Selat nasik. Dan menjadikan maras taun sebagai ajang menambah jalinan silaturahmi masyarakat.
Sejumlah agenda disiapkan. Senin (10/4) diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan malamnya digelar hiburan rakyat. Selasa Sore (11/4) diadakan permainan tradisional dan lomba lagu daerah. Malamnya ditampilkan kesenian gambus. Rabu Sore (12/4) dilombakan permainan tradisional dilanjutkan pada malamnya pentas musik kreatif pemuda Selat Nasik.
Kamis (13/4) kembali ditampilkan permainan tradisional dan campak malam harinya. Jum’at malam (14/4) digelar Talkshow Budaya melalui live streaming bersama Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersamaan dengan pemutaran film.
Esoknya, Sabtu (15/4) dilakukan pelepasan Lomba Mancing Tenggiri dan malam hari ditampilan kesenian keroncong Stambul Fajar dan langgam melayu. Rangkaian kegiatan maras taun ini dilaksanakan pada Minggu (16/4) dengan menggelar beragam kesenian khas Selat Nasik, ritual maras taun dan prosesi adat perkawinan masyarakat tempo dulu. (fiet)