Doa Guru Sungai Samak

TANJUNGPANDAN, DISKOMINFO – Tak banyak yang mendapat kesempatan untuk mengungkapkan pendapat meskipun Ballroom Hotel Biliton terbuka bagi peserta Seminar Nasional tadi siang (25/4). Diam-diam, tanpa bicara, ada yang tengah merangkai kata. Ia adalah Eka Meitia Saputri, guru dari Sungai Samak lalu ia tuliskan berbaris-baris kata dukungan untuk sang pahlawan, H.A.S. Hanandjoedin.

“Kami.. Mengenangmu dalam lambaian-lambaian bahagia pintu pesawat saat datang dan pergi ke tanah ini, Negeri Laskar Pelangi.
Kami..Menyebut namamu dalam kegagahan Landasan Udara Kota Bertuah ini.
Kami.. Mengenal namamu dalam goresan tinta lembar-lembar kenangan buku karangan putra bangsa ini.
Kami.. Pun hampir lupa bahwa kau pernah berjuang untuk kami tanah Belitong kebanggaan bersama.
Hanandjoeddin namanya.
Bupati kami tercinta pada masanya Letkol sederhana berjasa bagi Angkatan Udara. Anak kampong Sungai Samak asalnya.
Belajar di sekolah Belanda, melanglang buana di kancah permesinan pesawat Sang Garuda.
LUPA mungkin kami pernah.
“Pak Long” begitu kau disapa.
Pak Long, ini negeri kami, Laskar Pelangi.

Tumbuh berkembang bak bunga dipagi hari.
Nama negeri ini populer di mesin pencari situs wisata terkini.
Nama negeri ini menjadi wisata tua muda dan mudi.
Pak Long, ini ikhtiar kami untukmu yang pernah banggakan negeri.
Pak Long, ini harapan kami untukmu jadi Pahlawan Nasional Ibu Pertiwi.”

Belitong, 08.27 WIB, Hotel Biliton

Rangkaian kata-kata ini dipersembahkan untuk pejuang dari seorang guru di Sungai Samak, Eka Meitia Saputri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *