TANJUNGPANDAN, DISKOMINFO – Kedatangan Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Ali Taher ke Belitung menarik perhatian mereka yang hadir saat rombongan melakukan audiensi dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Adalah Desy Ratnasari, salah seorang dari 12 anggota Komisi VIII DPR RI yang selama ini dikenal sebagai artis yang menjadi sorotan, terutama artis yang sudah dua kali bercerai ini menyingkapi penyebab perceraian di Kabupaten Belitung.
Tingginya angka perceraian di Belitung ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Ia juga mengungkapkan tiga faktor penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Belitung, yakni timah, sawit dan ekonomi.
Desy Ratnasari tidak sependapat dengan data yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag dengan tiga faktor penyebab perceraian. “Pahadal, belum tentu“ katanya. Ada faktor lain yang perlu dicarikan akar permasalahannya.
Kasus perceraian hanyalah salah satu dari isu publik yang dibahas dalam audiensi anggota Komisi VIII DPR RI dengan kepala OPD. “Setelah Bupati Belitung H. Sahani Saleh S.Sos bersamaKetua DRPD Kabupaten Belitung Taufik Rizani, Amd bertukar cinderamata, rombongan Komisi VIII DPR RI turun ke lapangan tekait dengan bantuan rumah kepada Keluarga Harapan Sejahtera oleh Kemensos RI di Kampong Laut kelurahan Paal Satu, kecamatan Tanjungpandan.
Selain masalah rumah layak huni, rombongan Komisi VIII DPR RI juga meninjau SPAM IKK Tanjungpandan yang terletak di belakang RSUD BLUD H. Marsidi Judono. Kunjungan ini dimanfaatkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial (PPPAS) Kabupaten Belitung Haziarto mengungkapkan persoalan pelayanan publik di bidang sosial. Haziarto berharap pembangunan Balai Penangangan Penduduk Kelainan Jiwa bisa mendapat dukungan dari Komisi VIII DPR RI. “Pasca perawatan di RJS Sungailiat, orang ini butuh perawatan di balai sebelum diserahkan keluarga” ujar Haziarto. Sebelumnya sempat mencuat kasus penderita kelainan jiwa yang terlantar sebelum ajal merenggut bahkan hingga terhambat dalam proses penguburannya.
Sebelumnya Bupati Belitung H. Sahani Saleh sempat memaparkan kondisi terkini bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin. Didampingi Kepala Bandara, Bupati memaparkan aspek keselamatan, kenyamanan dan pelayanan Bandara. Setelah menyambut kedatangan Komisi VIII, Bupati kembali bertolak ke Bandara karena pada hari yang sama, Bupati juga menyambut kedatangan Komisi V DPR RI. Kedatangan Komisi VIII dan Komisi V DPR RI dalam rangka reses yang bertujuan menyerap aspirasi masyarkat di Kabupaten Belitung. (fithrorozi)