Bupati Djoni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekedar simbol peluncuran program, melainkan bentuk komitmen bersama untuk membangun anak anak di Belitung agar berkarakter kuat serta memiliki empati.
“Hari ini kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun jiwa. Harapan saya, tujuh kebiasaan anak hebat ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi karakter yang melekat pada diri anak-anak kita,” ujarnya.
Bupati menekankan, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kecerdasan emosional serta kemampuan mengelola diri sendiri.
“Keberhasilan seseorang justru banyak ditentukan oleh karakter dan pengendalian diri. Anak yang rajin, sopan, jujur, dan punya empati akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dibanding yang hanya pintar secara akademik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai moral seperti sopan santun, kejujuran, dan rasa hormat harus tetap dijaga di tengah perubahan zaman yang cepat.
“Zaman boleh berubah, tapi nilai-nilai itu tidak boleh hilang dari anak-anak kita. Mereka belajar bukan dari apa yang kita ucapkan, melainkan dari apa yang kita contohkan. Maka orang tua dan guru harus menjadi teladan,” pesan Bupati.
Melalui kesempatan tersebut, Bupati Djoni juga mengajak seluruh pihak orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersatu memperkuat pendidikan karakter generasi muda.
“Mari satukan tenaga, hati, dan teladan untuk menguatkan kecerdasan emosi anak-anak kita. Karena dari merekalah masa depan generas Belitung yang hebat akan lahir,” tutupnya.
Program “7 Kebiasaan Anak Belitung Hebat” diharapkan dapat menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Belitung dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak, berempati, dan berkarakter, sebagai fondasi menuju Belitung yang unggul dan berdaya saing di masa depan. (Narasi : HD / Editor : Arlan / Redaktur : Verry)