- Official Website - https://kominfo.belitung.go.id -

Musrenbang Kecamatan Membalong Bahas 255 Usulan, 142 Diantaranya Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan

Membalong, Diskominfo Belitung – Kecamatan Membalong menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Belitung Tahun 2027. Kegiatan yang dihadiri sejumlah perwakilan OPD dan Desa se-Kecamatan Membalong ini dilakukan di Gedung Serbaguna Kecamatan Membalong, Senin (9/2/2026).

‎Camat Membalong, Indrawansyah dalam laporannya menyebut bahwa terdapat 297 usulan yang masuk ke kecamatan pada pra-Musrenbang kemarin, kemudian dilakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga didapat sebanyak 255 usulan yang telah diverifikasi oleh Bapperida Kabupaten Belitung, diantaranya 77 usulan bidang infrastruktur dan wilayah, 36 usulan bidqng ekonomi pembangunan dan SDA dan 142 usulan bidang sosial budaya dan pemerintahan.

‎”Pra-Musrenbang yang sebelumnya sudah dilaksanakan agar usulan kegiatan yang masuk dalam pembangunan Musrenbang kecamatan menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, pusat. Sedangkan usulan masyarakat yang menjadi kewenangan desa dimasukkan di dalam RKPDes tahun berkenaan”, ucap Indra.

‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki menyebut Kecamatan Membalong merupakan Kecamatan yang memiliki potensi yang sangat besar. Potensi inilah yang harus di kelola secara optimal melalui perencanaan yang matang, terarah, dan berkelanjutan.

‎”Mari jadikan Musrenbang ini sebagai momentum untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, dan membangun komitmen demi kemajuan Kecamatan Membalong yang kita cintai”, ucap Marzuki.

‎Marzuki juga menekankan beberapa hal penting dalam Musrenbang tahun 2026 ini. Salah satunya ditiap usulan program merupakan kebutuhan prioritas masyarakat, bukan sekadar keinginan.

‎m. Selain itu tiap usulan juga harus selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Belitung.

‎”Saya harap seluruh pihak dapat menyelaraskan hasil Musrenbang ini dengan perencanaan di tingkat desa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih program dan seluruh kegiatan benar-benar terintegrasi” tambah Marzuki

Marzuki juga berharap tiap usulan yanh masuk nantinya dapat memperkuat sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, dunia usaha, dan masyarakat. Serta tiap rencana pembangunan pada 2026 harus tetap responsif terhadap isu-isu terkini. (Narasi : AL / Editor : Arlan / Redaktur : Verry)