Membalong – Diskominfo Belitung – Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong menggelar tradisi adat Maras Taun tahun 2026, Selasa (19/5/2026) di rumah Dukun Kampung Desa Tanjung Rusa. Acara ini menjadi bentuk upaya menjaga warisan budaya leluhur masyarakat Belitung.
Kepala Desa Tanjung Rusa, Zuhaidi menyampaikan bahwa tradisi Maras Taun rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
”Pesan aku kepada wargaku, ayo kita majukan kampung kita Tanjung Rusa, mari jaga tradisi ini agar tidak hilang dan tetap cintai budaya daerah,” ucap Zuhaidi.
Sementara itu Wakil Bupati Belitung, Syamsir menyebut bahwa tradisi tersebut dinilai bukan sekadar ritual adat, tetapi juga ruang untuk membangun solidaritas sosial dan menjaga nilai-nilai luhur masyarakat kampung.
”Ini yang harus dipertahankan Bapak Ibu, karena disampaikan orang tua kita, adat istiadat kita ini yang harus dijaga sampai kapan pun. Karena disinilah letak kekompakannya,” pungkas Syamsir.
Menurut Syamsir, rasa syukur masyarakat atas nikmat Tuhan dan kekayaan alam diyakini akan membawa keberkahan bagi desa tersebut. Ia pun optimistis kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat seiring terjaganya nilai-nilai adat dan budaya.
”Insya Allah, saya yakin rezeki dan kesejahteraan juga akan melimpah di Desa Tanjung Rusa. Karena masyarakatnya mensyukuri nikmat tuhan dan alam akan mendukung itu,” tutur Syamsir.
Tradisi Maras Taun merupakan ritual adat tahunan masyarakat Belitung yang dalam pelaksanaannya, warga bersama-sama mengikuti doa adat, pertunjukan seni tradisional, hingga makan bersama sebagai simbol persaudaraan dan rasa syukur. (Narasi : AL / Editor : Arlan)