Dalam Musrenbang di Kecamatan Selat Nasik, terdapat beberapa hal yang menjadi fokus pembahasan, meliputi percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan infrastruktur dasar seperti Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan pelabuhan dan fasilitas kesehatan, serta penguatan sektor perikanan, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi desa.
”Jadi sekarang kita kerjain apa yang ada di depan mata, sampaikan ke saudara kita di desa, insyaallah 2026 dan seterusnya kita akan kolaborasi, kita kerjakan sesuai dengan prioritas dan sesuai dengan anggarannya”, ucap Syamsyir.
Terkait rencana investasi yang masuk ke Kecamatan Selat Nasik, Syamsir meminta kepastian izin terlebih dahulu. Hal ini guna menghindari masalah di kemudian hari
Dirinya juga berharap tiap investasi yang masuk dapat melibatkan masyarakat sekitar. Pelibatan masyarakat akan memberikan dampat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
”Kami tidak menghambat investasi, namun semuanya harus berjalan dengan tertib dan transparan, ikuti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan banyak komunikasi ke dinas-dinas yang diperlukan” tambah Syamsir.
Syamsir juga terus mendorong transformasi digital melalui optimalisasi website resmi desa dengan menggunakan domain desa.id. Ia berharap langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi pelayanan publik, penyebaran informasi, serta promosi potensi lokal desa.
”Dengan optimalisasi website berbasis desa.id ini, saya harap pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien, serta mampu memperluas jangkauan promosi potensi unggulan desa di Kecamatan Selat Nasik”, pungkas Syamsyir.
Pada kesempatan ini, total usulan dari seluruh desa di Kecamatan Selat Nasik mencapai 39 usulan, diantaranya 32 usulan bidang infrastruktur dan wilayah, dan 7 usulan bidang ekonomi pembangunan dan SDA. (Narasi : AL / Editor : Arlan / Redaktur : Verry)
