Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menindaklanjuti rencana penataan kabel utilitas dengan melakukan kunjungan langsung untuk berkoordinasi bersama sejumlah penyedia layanan telekomunikasi, seperti Telkom, Moratel, dan XL Axiata, Rabu (29/4/2026).
Langkah ini dilakukan mengingat banyaknya aduan masyarakat terkait kondisi kabel utilitas yang kurang tertata dan dinilai membahayakan, terutama di kawasan perkotaan.
Kepala Dinas Kominfo Belitung, Kasimin, menyampaikan bahwa persoalan kabel menjuntai menjadi salah satu laporan yang paling sering diterima melalui kanal Besadu.
“Banyak kabel yang tidak tertata, bahkan menjuntai hingga ke bawah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Laporan seperti ini hampir setiap waktu masuk ke kami, tidak hanya dari Tanjungpandan, tapi juga dari wilayah lain seperti Membalong dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan kawasan Bundaran Satam dalam radius sekitar 500 meter ke depan dapat terbebas dari kabel udara, dengan mendorong penggunaan kabel bawah tanah.
“Ini menjadi arahan langsung dari Bupati. Ke depan kawasan Bundaran Satam diharapkan lebih tertata, rapi, dan aman tanpa kabel yang melintang di udara,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Diskominfo juga menekankan pentingnya kolaborasi antar penyedia layanan, mengingat masih banyak kabel di lapangan yang tidak diketahui kepemilikannya.
“Kami mendorong adanya komunikasi yang lebih terintegrasi antar operator, termasuk pembentukan grup koordinasi, agar penanganan di lapangan bisa lebih efektif,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, seluruh operator diminta segera melakukan pengecekan dan merapikan kabel-kabel yang menjuntai maupun yang sudah tidak terpakai, sambil menunggu regulasi lanjutan terkait penataan kabel utilitas secara menyeluruh.
“Minimal untuk tahap awal ini, kabel-kabel yang berisiko harus segera ditangani. Mengingat aduan masyarakat yang terus masuk, ini menjadi perhatian bersama dan akan ditindaklanjuti secara bertahap,” pungkasnya. (Narasi : HD / Editor : Arlan)
