Waspadai Inflasi Jelang Nataru, Pemkab Belitung Pantau Distribusi Minyak Goreng

TANJUNGPANDAN, DISKOMINFO – Guna memastikan distribusi minyak goreng di Kabupaten Belitung, Pemkab Belitung melakukan pemantauan di sejumlah titik gudang distributor di Tanjungpandan, rabu (8/12/2021). Pemantauan ini dipimpin oleh Wakil Bupati bersama Dinas KUKMPTK, Bagian Ekonomi dan SDA Sekda Belitung, dan Polres Belitung.

Proses sidak dilakukan di beberapa gudang distributor, diantaranya di kawasan dukong, jalan gatot subroto, dan di jalan madura. Selain itu tim Pemkab juga melakukan koordinasi di kantor Pelindo.

Wakil Bupati, Isyak Meirobie menyebutkan kegiatan ini dilakukan guna memantau ketersediaan stok dan kelancaran distribusi minyak goreng di Belitung. Dari kunjungan ke distributor, Wabup menemukan ada beberapa masalah dari distribusi dan harga minyak goreng.

“Kita menemukan ada masalah-masalah yang pertama bongkar muat di pelabuhan yang kurang lancar, kedua adanya kenaikan harga dari produsen, sehingga ketika sampai ke distributor dan ke agen, apalagi eceran itu meningkat cukup banyak,” ungkap Wabup.

Lanjut Wabup menyebutkan hal ini dapat menjadi kontributor terjadinya inflasi di Kabupaten Belitung. Oleh karena itu Wabup meminta para distributor untuk meminta kepada produsen untuk menentukan harga eceran tertinggi (HET). Selain itu Wabup juga meminta distributor memastikan kelancaran distribusi, sehingga nanti ketika sudah ditentukan HET, stok minyak juga tersedia.

“Kalau barangnya gak ada kan akan muncul spekulan-spekulan yang mencari keuntungan yang lebih besar, nah untuk itu kami meminta bantuan Polres untuk melakukan pemantauan ini dan pihak distributor untuk bekerja sama,” imbuh Wabup.

Wabup juga berharap bantuan dari pihak Pelindo (IPC) dalam memperlancar proses bongkar muat kebutuhan pokok terutama minyak goreng menjelang natal dan tahun baru.

Saat dilakukan koordinasi dengan pihak Pelindo dan KSOP Tanjungpandan, pihak KSOP menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam proses bongkar muat. Salah satunya kurangnya tenaga yang melakukan bongkar muat dari kapal pengangkut minyak goreng.

“Kapal pembawa minyak goreng ke Belitung ini 3 kapal. Namun kendalanya proses bongkar muatnya sedikit lambat, bongkar muat satu kapal bisa memakan waktu 1 minggu, padahal normalnya bongkar muat bisa selesai dalam satu sampai dua hari,” ungkap Iswandi dari KSOP Tanjungpandan

Saat ini, proses bongkar muat di Belitung hanya dilakukan di pelabuhan tanjungpandan, sedangkan dua pelabuhan lain, yaitu pelabuhan tanjung batu dan pelabuhan tanjung ru sedang dalam proses renovasi. Hal ini membuat proses bongkar muat terbatas.

Oleh karena itu Pihak KSOP juga memberlakukan kebijakan bahwa kapal yang boleh menepi ke Pelabuhan Tanjungpandan hanya untuk kapal yang akan melakukan kegiatan. Jadi kapal yang tidak berkegiatan tidak diizinkan menepi di pelabuhan, karena dapat menghalangi kapal lain yang ingin berkegiatan. (Arlan/IKP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + seven =