Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Belitung Adakan GPM dan Pasar Tani

Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Tani sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di Halaman Gedung Nasional Tanjungpandan, Selasa (19/5/2026).

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok.

“Tujuan kegiatan ini untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus meningkatkan keterjangkauan dan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Perum Bulog, distributor pangan, peternak, petani, pedagang, kelompok tani, gabungan kelompok tani, hingga pelaku KUKM.

Berdasarkan pelaksanaan GPM pada Maret 2026 lalu, sejumlah komoditas yang paling diminati masyarakat antara lain beras SPHP sebanyak 500 kilogram, cumi-cumi 200 kilogram, beras Permata dan beras Kuda Hijau masing-masing 120 kilogram, serta Minyakita sebanyak 115 liter.

“Karena harganya relatif lebih murah, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Dalam satu kali pelaksanaan, penjualan beras bisa mencapai lebih dari setengah ton,” kata Hamzah.

Ia menambahkan, hingga Mei 2026 pelaksanaan Gerakan Pasar Murah di Kabupaten Belitung telah dilakukan sebanyak 18 kali dan akan terus berlanjut, termasuk dalam rangka mendukung kegiatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki, mewakili Bupati Belitung mengatakan kebutuhan atas bahan pokok jelang hari besar keagamaan cenderung meningkat dan berpotensi memengaruhi harga sejumlah komoditas pangan. Gerakan Pangan Murah dan Pasar Tani ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga serta memastikan ketersediaan pangan tetap aman bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan distributor, Bulog, pelaku usaha, dan para petani untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Ia menegaskan Pasar Tani menjadi instrumen penting dalam memperpendek rantai distribusi antara petani dan konsumen sehingga harga pangan lebih terjangkau tanpa mengurangi keuntungan petani lokal.

“Pasar tani merupakan instrumen penting untuk menjaga keseimbangan harga dengan memperpendek rantai distribusi dan mempertemukan langsung konsumen dengan petani,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Belitung mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan mengutamakan produk lokal, serta meminta pelaku usaha menjaga kewajaran harga dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok. (Narasi : HD / Editor : Arlan )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *